Indeks Tata Kelola Kepolisian
Kepolisian Negara Republik Indonesia
ASRENA
Latar Belakang ITK

LATAR BELAKANG

INDEKS TATA KELOLA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Pada tahun 1998, Reformasi Nasional menjadi tonggak dimulainya gelombang reformasi. Pada tahun 1999, Polri melaksanakan reformasi secara Instrumental, Struktural, dan Kultural. Dengan reformasi yang sedang berjalan, pada tahun 2006-2010, Polri melaksanakan reformasi birokrasi Gelombang 1, dengan mengedepankan Kelembagaan, Budaya organisasi, Ketatalaksanaan, Regulasi-deregulasi, dan SDM, yang meliputi Tahap 1, yaitu Trust Building dan Tahap 2, yaitu Partnership Building. Gelombang 2 Reformasi Birokrasi Polri dilaksanakan pada tahun 2011-2014 dan mengedepankan perubahan pada 8 bidang, yaitu Organisasi, Tata Laksana, Peraturan Perundang-undangan, SDM Aparatur, Pengawsan, Akuntabilitas, Pelayanan Publik, dan Mind Set & Culture Set Aparatur. Saat ini tiba di tahap 3, yaitu Strive for Excelllent.

MAKSUD DAN TUJUAN

INDEKS TATA KELOLA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Adalah melaksanakan konsolidasi reformasi internal di lingkungan Polri pada tingkat Mabes Polri dan kewilayahan melalui perbaikan kerangka kelembagaan dan peraturan serta koordinasi yang efektif dengan lembaga penegak hukum lainnya yang didukung 'enabling factors' (faktor-faktor pendukung) untuk mencapai sasaran RBP dalam mewujudkan aparatur Polri yang bersih dan bebas dari KKN, peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja Polri. Sekaligus menjadi alat penggerak Revolusi Mental dalam menciptakan aparatur Polri yang profesional, Anti KKN dan Humanis, sebagaimana tertuang dalam program Presiden terpilih Jokowi-JK.

Maksud Dan Tujuan 1
Maksud Dan Tujuan 2
Maksud Dan Tujuan 3